INDONESIA
|
Republik
Indonesia
|
||
|
Motto: Bhinneka
Tunggal Ika
(Bahasa Jawa Kuno: "Berbeda-beda tetapi tetap Satu") Ideologi nasional: Pancasila |
||
|
-
|
||
|
-
|
||
|
-
|
||
|
-
|
||
|
-
|
||
|
-
|
||
|
-
|
||
|
dari Belanda
|
||
|
-
|
||
|
-
|
||
|
-
|
Kembali
ke RI
|
|
|
-
|
Total
|
|
|
-
|
4,85%
|
|
|
-
|
Perkiraan 19 Juni 2009
|
|
|
-
|
237.556.363[2]
|
|
|
-
|
||
|
Perkiraan 2009
|
||
|
-
|
Total
|
Rp. 8,576 triliun
(AS$ 909 miliar)[3] |
|
-
|
Rp.
37,538 juta
(AS$ 3,979)[3] |
|
|
PDB (nominal)
|
Perkiraan 2009
|
|
|
-
|
Total
|
Rp.
4,821 triliun
(AS$ 511 miliar)[3] |
|
-
|
Rp. 21.113 juta
(AS$ 2,238)[3] |
|
|
IPM (2006)
|
||
|
Kiri
|
||
|
+62
|
||
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia
Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra
Pasifik dan Samudra
Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau [5] [6], oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara ("pulau luar", di samping Jawa yang dianggap
pusat). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,
Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang
berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara
Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau
Kalimantan, dengan Papua
Nugini di Pulau
Papua dan dengan Timor
Leste di Pulau
Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia
banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah
perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok
dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para
pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan
rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah
penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia
Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang
Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan,
ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses
demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama
yang berbeda. Suku
Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling
dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika"
("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang
membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas,
Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Indonesia juga
anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28
September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang
ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28
September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.
Kata
"Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus
yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau".Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia,
yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara
berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia
dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan
Melayu". Murid dari Earl, James
Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak
menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische
Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië),
atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde
(istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859),
ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme
Belanda).
Sejak tahun
1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar
Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi
politik. Adolf Bastian dari Universitas
Berlin
memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des
Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang
menggunakannya ialah Suwardi
Suryaningrat (Ki Hajar
Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch
Pers Bureau pada tahun 1913.
Sejarah
Peninggalan
fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki
"Manusia Jawa",
menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada
antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu. Bangsa Austronesia, yang
membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke
wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat yang ideal bagi
pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM,
menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh
berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang
terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi
jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad. Sejarah Indonesia
selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.
Sejak abad ke-1
kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.
Di bawah
pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di
Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah
barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan
Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669
M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim
yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa,
semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat
Sunda, dan Laut Cina Selatan. Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan
ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan
kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan
mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya
meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut
"Zaman Keemasan" dalam sejarah Indonesia.
Kedatangan
pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian
membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi
wilayah ini pada awal abad ke-15. Para
pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah
Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri
pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Ketika
orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka
menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi
mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua
pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat
diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara
Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada masa
itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu
misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel. Belanda
menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya
melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah
Belanda sejak awal abad ke-19.
Johannes
van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel.
Di bawah sistem
Cultuurstelsel (Sistem
Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa
dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak
dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk
reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di
Hindia-Belanda.
Pada masa
Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah
mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang
Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan
prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar
Dewantara diberikan
penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun
1943.
Soekarno, presiden pertama Indonesia.
Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan
Indonesia. Setelah perang Pasifik berakhir pada
tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing
menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha
untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.
Usaha-usaha
berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang
Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (Politionele Actie), atau dikenal oleh
orang Indonesia sebagai Agresi Militer.[23] Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka
pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik
Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral
Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950,
menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan
Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad
Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.
Pada tahun
1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya,
kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat
Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi
militer terhadap negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"),[24] dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang
semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut
dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai
Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan
pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan
paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk
menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.
Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin
melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai
terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia
yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan
akhirnya dicabut kewarganegaraannya. Tiga puluh
dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.
Soeharto
menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil
mendatangkan investasi luar negeri yang besar
untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski
tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh
sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas
California, Berkeley, yang dipanggil "Mafia Berkeley".Namun,
Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari
jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran
dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.
Dari 1998
hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati
Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan
dan dimenangkan oleh Susilo
Bambang Yudhoyono.
Indonesia kini
sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah
berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama Papua. Timor Timur akhirnya resmi
memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan
Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.
Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang
totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa
bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa
bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa
bumi di Yogyakarta dan tsunami yang
menghantam Pantai
Pangandaran dan
sekitarnya, serta banjir
lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Kep.
Bangka
Belitung, Jambi , Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, JawaTengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, PapuaBarat, dan Papua
Belitung, Jambi , Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, JawaTengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, PapuaBarat, dan Papua
Indonesia saat
ini terdiri dari 33 provinsi, lima di antaranya memiliki status
yang berbeda. Provinsi dibagi menjadi 399 kabupaten dan 98 kota yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan, desa, gampong, kampung, nagari, pekon, atau istilah lain yang diakomodasi
oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah. Tiap provinsi
memiliki DPRD
Provinsi dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota memiliki DPRD
Kota dan walikota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan Pilkada. Bagaimanapun di Jakarta tidak
terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota
Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.Provinsi Aceh, Daerah
Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan
tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya,
Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan
hukum Syariah. Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa
sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia
selama Revolusi. Provinsi Papua, sebelumnya
disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001. DKI Jakarta, adalah daerah
khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke
dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada
1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.[
Provinsi di
Indonesia dan ibukotanya
Geografi
Indonesia
adalah negara kepulauan di Asia Tenggarayang memiliki
17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang
memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BT - 141°45'BT serta terletak
di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.
Wilayah
Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan
Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau
terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia
bermukim. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas
539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah
Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan territorial laut: 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif: 200 mil laut,[34] searah penjuru mata angin, yaitu:
|
Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km[33], Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan
|
|
Sumber daya alam
Sumber daya alam Indonesia
berupa minyak bumi, timah, gas alam, nikel, kayu, bauksit, tanah subur, batu bara, emas, dan perak dengan pembagian lahan terdiri dari tanah pertanian sebesar 10%, perkebunan sebesar 7%, padang rumput sebesar 7%, hutan dan daerah berhutan sebesar 62%, dan lainnya sebesar 14%
dengan lahan irigasi seluas 45.970 km.
Pendidikan
Sesuai dengan
konstitusi yang berlaku, yaitu berdasarkan UUD 1945 pasal 31 ayat 4 dan Undang-undang nomor 20 tahun
2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa pemerintah Indonesia baik pusat
maupun daerah mesti mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD diluar gaji pendidik dan biaya
kedinasan. Namun pada tahun 2007 alokasi yang disediakan tersebut baru
sekitar 17.2 %, jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara Malaysia, Thailand dan Filipina yang telah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan
lebih dari 28 %
Ekonomi
Peta yang
menunjukkan Produk Domestik Regional Bruto per kapita provinsi-provinsi
Indonesia pada tahun 2008 atas harga berlaku. PDRB per kapita provinsi Kalimantan Timur mencapai
Rp.100 juta manakala PDRB per kapita Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara
Timur kurang dari
Rp.5 juta.
|
██ Lebih dari Rp.100 juta ██ Rp.50
juta ++ - Rp.100 juta ██ Rp.40 juta ++ - Rp.50 juta ██ Rp.30
juta ++ - Rp.40 juta
|
██ Rp.20 juta ++ - Rp.30 juta ██ Rp.10
juta ++ - Rp.20 juta ██ Rp.5 juta ++ - Rp.10 juta ██ Kurang
dari Rp.5 juta
|
Sistem ekonomi
Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang
Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang
selanjutnya berganti menjadi Rupiah.
Pada masa
pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi
kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang
belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan
produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula
kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.
Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin
ekonomi yang bertujuan menekan inflasi,
menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik
bantuan dan investasi asing. Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan
memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara
tahun 1968 sampai 1981. Reformasi
ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa
deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali,
selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada
industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997
Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an
akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian
besar Asia pada saat itu, yang disertai pula berakhirnya masa Orde
Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.
Saat ini
ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan
terus berlanjut. Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam
memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun 2006,
sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat
49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.
Indonesia
mempunyai sumber daya alam yang besar di
luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam
terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor
bersih minyak mentah. Hasil
pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. Sektor jasa adalah
penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%.
Meskipun
demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada
sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa
mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.
Rekan
perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan
negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.
Meski kaya akan
sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam
bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency
International menempatkan
Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks
Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.
Peringkat internasional
|
Organisasi
|
Nama Survey
|
Peringkat
|
|
110 dari 157
|
||
|
71 dari 111
|
||
|
103 dari 168
|
||
|
143 dari 179
|
||
|
108 dari 177
|
||
|
51 dari 122
|
Demografi
Kepadatan penduduk Indonesia menurut Sensus 2010
Menurut sensus
penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta, dan diperkirakan
pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta. 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan
pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta berada. Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah Bangsa Austronesia, dan terdapat
juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk
Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih
spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda, Madura, Batak, dan Minangkabau.
Selain itu juga
ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas di antaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke Nusantara
melalui perdagangan sejak abad ke 8 M dan menetap menjadi bagian dari
Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa. Angka
ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930 dan 2000 pemerintah melakukan
sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa
dan keturunannya.
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk
Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di
dunia Sisanya
beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama
tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.
Kebanyakan penduduk
Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi negara, yaitu bahasa Indonesia, diajarkan di
seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk
Indonesia.
|
Kota-kota besar di Indonesia
|
||||||||
|
|
Kota
|
Provinsi
|
Populasi
|
|
|
Kota
|
Provinsi
|
Populasi
|
|
1
|
9.607.787
|
7
|
1.738.570
|
|||||
|
2
|
2.765.487
|
8
|
1.555.984
|
|||||
|
3
|
2.394.873
|
9
|
1.455.284
|
|||||
|
4
|
2.334.871
|
10
|
1.338.663
|
|||||
|
5
|
2.097.610
|
11
|
1.290.322
|
|||||
|
6
|
1.798.601
|
12
|
950.334
|
|||||
Kebudayaan
Pertunjukan
Wayang kulit warisan budaya Jawa.
Indonesia
memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang
berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina,
Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan
mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang
menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatera seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Aceh.
Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah
seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam
acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.
Busana
Di bidang
busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik
meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan
batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri batiknya. Busana asli
Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan
di setiap daerah antara lain baju kurung dengan songketnya dari Sumatera Barat (Minangkabau), kain ulos dari Sumatra Utara (Batak), busana kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju bodo dari Sulawesi Selatan, busana berkoteka dari Papua dan sebagainya.
Arsitektur
Arsitektur
Indonesia mencerminkan
keanekaragaman budaya, sejarah, dan geografi yang membentuk
Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang, penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar
membawa perubahan budaya dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan.
Tradisionalnya, pengaruh arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India.
Tetapi, Cina, Arab, dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.
Ciri khas arsitektur
Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui rumah-rumah adat dan/atau
istana-istana kerajaan dari tiap-tiap provinsi. Taman
Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta yang menjadi
miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia itu.
Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya Rumah Gadang, Monumen Nasional, dan Bangunan
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di Institut
Teknologi Bandung.
Olahraga
Olahraga yang
paling populer di Indonesia adalah bulu tangkis dan sepak bola; Liga Super
Indonesia adalah liga
klub sepak bola utama di Indonesia. Olahraga tradisional termasuk sepak takraw dan karapan sapi di Madura. Di wilayah dengan sejarah perang
antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba. Pencak silat adalah seni
bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini
kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti
dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah
asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga
spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia
Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet
Indonesia tidak terlalu mengesankan. Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia
diraih pada saat Olimpiade
1992, dimana Indonesia menduduki peringkat 24 dengan meraih 2
emas 2 perak dan 1 perunggu. Pada era 1960 hingga 2000, Indonesia merajai bulu
tangkis. Atlet-atlet putra Indonesia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ricky Subagja, dan Rexy Mainaky merajai
kejuaraan-kejuaraan dunia. Rudi Hartono yang dianggap sebagai maestro bulu
tangkis dunia, menjadi juara All England terbanyak
sepanjang sejarah. Selain bulu tangkis, atlet-atlet
tinju Indonesia juga mampu meraih gelar juara dunia, seperti Elyas Pical, Nico Thomas dan Chris
John
Seni musik
Seni musik di
Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke. Setiap provinsi di Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri
khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di daerah Tugu, Jakarta, yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia
bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang
dikenal dengan nama dangdut yaitu musik beraliran Melayu modern
yang dipengaruhi oleh musik India sehingga musik dangdut ini sangat berbeda
dengan musik tradisional Melayu yang sebenarnya, seperti musik Melayu Deli,
Melayu Riau, dan sebagainya.
Alat musik
tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari
pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional
Indonesia 'dicuri' oleh negara lain untuk kepentingan penambahan budaya dan
seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia. Alat
musik tradisional Indonesia antara lain meliputi:
|
Boga
Masakan
Indonesia bervariasi
bergantung pada wilayahnya. Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan
lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama cabai), santan, ikan, dan ayam adalah bahan yang penting.
Sepanjang
sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua benua. Ini
menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan teknik memasak dari
bangsa Melayu sendiri, India, Timur tengah, Tionghoa, dan Eropa. Semua ini bercampur dengan ciri khas
makanan Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak
ditemukan di daerah lain. Bahkan bangsa Spanyol dan Portugis, telah mendahului bangsa Belanda dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke
Indonesia.
Sambal, sate, bakso, soto, dan nasi goreng merupakan
beberapa contoh makanan yang biasa dimakan masyarakat Indonesia setiap hari.
Selain disajikan di warung atau restoran, terdapat pula aneka makanan khas Indonesia yang dijual
oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak atau pikulan. Pedagang ini
menyajikan bubur ayam, mie ayam, mi bakso, mi goreng, nasi goreng, aneka macam soto, siomay, sate, nasi uduk, dan lain-lain.
Rumah makan
Padang yang menyajikan nasi Padang, yaitu nasi disajikan bersama aneka
lauk-pauk Masakan Padang, mudah ditemui
di berbagai kota di Indonesia. Selain itu Warung Tegal yang
menyajikan masakan Jawa khas Tegal dengan harga yang terjangkau juga tersebar
luas. Nasi rames atau nasi campur yang berisi
nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di warung nasi di tempat-tempat
umum, seperti stasiun kereta api, pasar, dan
terminal bus. Di Daerah
Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi
rames yang berukuran kecil dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di
atas angkringan, sejenis warung kaki lima. Penganan kecil semisal kue-kue
banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar
beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu.
Perfilman
.
Film pertama
yang diproduksi pertama kalinya di nusantara adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng
Kasaroeng dan dibuat
oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp pada zaman
Hindia Belanda. Film ini
dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung. Setelah itu, lebih dari 2.200 film diproduksi. Di masa
awal kemerdekaan, sineas-sineas Indonesia belum banyak bermunculan. Di antara
sineas yang ada, Usmar Ismail merupakan salah satu
sutradara paling produktif, dengan film pertamanya Harta Karun (1949). Namun
kemudian film pertama yang secara resmi diakui sebagai film pertama Indonesia
sebagai negara berkedaulatan adalah film Darah dan Doa (1950) yang
disutradarai Usmar Ismail. Dekade 1970 hingga 2000-an, Arizal muncul sebagai sutradara film paling produktif. Tak
kurang dari 52 buah film dan 8 judul sinetron dengan 1.196 episode telah
dihasilkannya.
Popularitas industri film
Indonesia memuncak pada
tahun 1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia, meskipun kepopulerannya
berkurang pada awal tahun 1990-an. Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film
Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat.[ Film Laskar Pelangi (2008) yang
diangkat dari novel karya Andrea Hirata menjadi film
dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia saat ini.
Kesusastraan
Bukti tulisan
tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk:
pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda
terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin dan Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan;
dan Pramoedya Ananta
Toer, pembuat novel
Indonesia yang paling terkenal. Selain novel, sastra tulis Indonesia juga
berupa puisi, pantun, dan sajak. Chairil Anwar merupakan
penulis puisi Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia memiliki tradisi lisan yang kuat,
yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka. Kebebasan
pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto. Stasiun televisi termasuk sepuluh stasiun televisi swasta nasional, dan
jaringan daerah yang bersaing dengan stasiun televisi negeri TVRI. Stasiun radio swasta
menyiarkan berita mereka dan program penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20
juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007. Penggunaan internet
terbatas pada minoritas populasi, diperkirakan sekitar 8.5%.
Lingkungan
hidup
Wilayah
Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga oleh
beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan istilah "Mega
biodiversity" atau "keanekaragaman mahluk hidup yang tinggi"
umumnya dikenal sebagai Indomalaya atau Malesia bedasarkan penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12
persen mamalia, 16 persen reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di
dunia hidup di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas
Bumi. Kekayaan makhluk hidup Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Brasil dan Republik
Demokratik Kongo.
Meskipun
demikian, Guinness
World Records pada 2008
pernah mencatat rekor Indonesia sebagai negara yang paling kencang laju
kerusakan hutannya di dunia. Setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 1,8
juta hektar. Kerusakan yang terjadi di daerah hulu (hutan) juga turut merusak
kawasan di daerah hilir (pesisir). Menurut catatan Down The Earth,
proyek Asian
Development Bank (ADB) di sektor kelautan Indonesia telah memicu terjadinya alih fungsi
secara besar-besaran hutan bakau menjadi kawasan pertambakan. Padahal hutan
bakau, selain berfungsi melindungi pantai dari abrasi, merupakan habitat yang
baik bagi berbagai jenis ikan. Kehancuran hutan bakau tersebut mengakibatkan
nelayan harus mencari ikan dengan jarak semakin jauh dan menambah biaya
operasional mereka dalam mencari ikan. Selain itu, hancurnya hutan bakau juga
mengakibatkan semakin rentannya kawasan pesisir Indonesia terhadap terjangan
air pasang laut dan banjir, terlebih di musim hujan.
Organisasi internasional
Menurut Menag Suryadharma Ali, Indonesia bukan negara sekuler namun dalam kehidupan bernegara, agama Islam memberi warna dengan mendorong kehidupan berdemokrasi. Dan hal itu ditandai dengan berlakunya peradilan agama dan perundangan lainnya yang saling mengisi. Islam di Indonesia membawa rahmat bagi kedamaian semua umat. Islam Indonesia memiliki ciri yang sangat khas. Karena Indonesia sebagai bangsa majemuk memiliki keragaman. Tapi keragaman itu bisa terwadahi dalam Islam.
Semua pihak sebagai warga dunia yang berwajah pluralistik harus bisa hidup bersama di atas sebuah prinsip untuk saling meneguhkan dan memperkuat antara satu dengan lainnya, katanya. Terkait konferensi tersebut, Menag mengatakan, Islam adalah agama yang dinamis dan bersahabat dengan lingkungan kultur, sub-kultur, kearifan lokal dan fakta agama yang beragam. Islam memberikan keadilan, kenyamanan, keamanan, keteduhan dan perlindungan kepada semua yang berdiam di muka bumi tanpa diskriminasi, apa pun agama yang dianutnya.
Islam yang hendak dikembangkan adalah toleran dan ramah terhadap siapa saja yang mempunyai kemampuan baik untuk membangun Indonesia yang bermartabat. Karena itu ia menilai upaya merawat dan merajut kebhinekaan dalam mozaik keindonesiaan merupakan langkah strategis yang mendesak untuk dilakukan bangsa ini. Sebelumnya Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Muhammad Ali menyebutkan bahwa Annual Conmference on Islamic Strudies (ACIS) X, yang diselenggarakan di Banjarmasin pada tahun lalu mengangkat tema "Menemukan kembali Islam Indonesia (Reinventuing Indonesian Islam). Sebagai kelanjutan dari ACIS tahun lalu, maka sangat tepat jika ACIS XI di Banka Belitung mengangkat tema "Mozaik Islam, Ruang Publik dan Karakter Bangsa."
ACIS XI dimaksudkan sebagai "oase" dan rumah bersama untuk mendialogkan berbagai persoalan kebangsaan dan warna-warni pemikiran keislaman, keindonesiaan dan kebangsaan. Semua pihak dapat berpartisipasi dan memberikan kontribusi bagi pengembangan dan penguatan kajian keislaman, kata Muhammad Ali. "Salah satu persoalan krusial bangsa ini adalah membangun karakter bangsa." kata Mohammad Ali. Perilaku reaktif, emosional, dan anarkhis sudah menjadi tontonan keseharian sebagai yang diberitakan media massa. Bahkan ironisnya, terkadang yang tawuran justru antar pelajar yang tidak laik berbuat demikian. Hal ini sebagai indikator bahwa masyarakat kini cenderung menjauh dari nilai-nilai luhur bangsa.
"Oleh karena itu, nilai-nilai luhur bangsa perlu digali kembali." tandasnya. Menurut Ali, Islam Indonesia memiliki ciri khas. Karena Indonesia sebagai bangsa majemuk memiliki keragaman. Tapi keragaman itu bisa terwadahi dalam Islam. Semua pihak sebagai warga dunia yang berwajah pluralistik harus bisa hidup bersama di atas sebuah prinsip untuk saling meneguhkan dan memperkuat antara satu dengan lainnya. "Dalam konteks ini, wacana keislaman dalam ruang publik, keindonesiaan dan kemanusiaan haruslah dibingkai dalam satu tarikan nafas yang harmonis," papar Ali.
Sebelumnya juga Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam Prof. Dr. Dede Rosyada mengatakan, ACIS atau Konferensi Ilmuwan dan Ulama Studi Islam Internasional ke-11 dihadiri cendekiawan muslim dari dalam dan luar negeri dan sejumlah menteri. Pada ACIS yang mengambil tema "merangkai mozaik Islam dalam ruang publik untuk membangun karakter bangsa" bertindak selaku tuan rumah adalah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik. Kegiatan ini dihadiri cendikiawan luar negeri yang telah terjadwal untuk presentasi dalam pleno, antara lain Prof. Dr. Ja`far Abdussalam (Mesir), Dr. Reem Al Nassher (Yordania) dan Dr. Zarina Nalla (Malaysia).
Merangkai muzaik Islam dalam ruang publik untuk membangun karakter bangsa menjadi tema pada "Annual Conference on Islamic Sudies (ACIS) XI lantaran Islam yang hendak dikembangkan di Indonesia yang ramah, terbuka, inklusif, pluralistik dan mampu menawarkan solusi terhadap berbagai masalah besar bangsa dan negara, katanya. Ditambahkannya, tercatat 377 makalah yang masuk, ada 330 yang memenuhi kriteria administratif. Dari hasil seleksi, ada 56 penulis artikel yang masuk sebagai kategori presented papers (mendapat undangan untuk presentasi), dan 51 paper masuk kategori "circulated paper/contributing papers". "Circulated papers" adalah makalah yang layak untuk diedarkan/dipublikasikan secara luas namun belum mendapat undangan untuk presentasi. (ant/es)
Geografi
Indonesia
·
Republik Indonesia disingkat RI atau
Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan
berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan
Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua
samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari
17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia.
·
Dengan populasi sebesar 222 juta
jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di
dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara
resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik,
dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden yang dipilih langsung. Ibukota
negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan,
dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor.
Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah
persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
·
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi
oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting
setidaknya sejak sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin
hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan
Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang
membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk
memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra.
Setelah sekitar 350 tahun penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan
kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat
tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan
periode perubahan ekonomi yang pesat.
·
Dari Sabang sampai Merauke,
Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa
adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional
Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap
satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi
besar dan wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung
tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia
.
|
|
||
|
|
|
|
|
Ibu
kota
(dan kota terbesar) |
Jakarta
|
|
|
Bahasa resmi
|
Bahasa Indonesia
|
|
|
Pemerintahan
|
Republik presidensiil
|
|
|
-
|
Presiden
|
Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
-
|
Wakil Presiden
|
Boediono
|
|
Kemerdekaan
|
||
|
-
|
Diproklamasikan
|
17 Agustus 1945
|
|
-
|
Diakui (sebagai RIS)
|
27 Desember 1949
|
|
-
|
Kembali ke RI
|
17 Agustus 1950
|
|
Luas
|
||
|
-
|
Total
|
1,904,569 km2 (15)
1 sq mi |
|
-
|
Air (%)
|
4,85%
|
|
Penduduk
|
||
|
-
|
19 Juni 2009 memperkirakan
|
230.472.833[1] (4)
|
|
-
|
2000 sensus
|
206.264.595
|
|
-
|
Kepadatan
|
134/km2 (84)
347/sq mi |
|
PDB (KKB)
|
2007 estimate
|
|
|
-
|
Total
|
US$1.038 miliar[2] (15)
|
|
-
|
Per kapita
|
US$4.356[3] (114)
|
|
PDB (nominal)
|
2007 estimate
|
|
|
-
|
Total
|
US$408 miliar[2]
|
|
-
|
Per kapita
|
US$1.812[3]
|
|
IPM (2004)
|
0,711 (menengah) (108)
|
|
|
Mata uang
|
Rupiah (Rp) (IDR)
|
|
|
Zona waktu
|
WIB, WITA, WIT (UTC+7, +8, +9)
|
|
|
Menyetir di
|
kiri
|
|
|
TLD
|
.id
|
|
|
Kode telepon
|
62
|
|



